Kamis, 08 Oktober 2015

bunda



Bunda

Bunda... engkau telah membuatku membuka mata
Kau berikanku nafas, jiwa dan raga
Kau  mampu  buatku berdiri, melangkah lalu berlari
Tawamu adalah tawaku.

Bunda... caramu menyayangiku buatku terenyuh
Sadar akan setiap doamu bak sihir yang nyata untukku
Setiap tetes air matamu bak kumpulan makna bagiku
Dan setiap peluhmu membangun semangat dan cita-citaku

Bunda...
Rasa sayangmu telah mengalir di darahku
Terpahat di tulangku, terpatri di benakku
Dan terbungkus dalam hatiku

Bunda... aku, Tuhan, dan alampun tahu
Dirimu selalu menyayangiku
Jadi, biarlah kini seuntai kata memberitahu
Dunia dan seisinya bahwa “Aku sangat menyayangimu”

Bunda... detik ini
Saat jantungku masih berdetak
Aku hendak memelukmu, mencium pipi lembutmu
Serta ingin kubisikkan kata sederhana untukmu
“kaulah pahlawanku”

Bunda...
Tetaplah di sampingku tuk mengiringiku
Mengajariku dan menyayangiku 
Bunda... kaulah nafas dalam setiap langkahku

V19



Mewujudkan visi 2019 (V19) perbanas institute

PERBANAS INSTITUTE VISION 2019 (V19) :

Sebagai lembaga pendidikan perbankan yang terkemuka tingkat ASIA sehingga berada pada posisi 5 peringkat tertinggi pusat keunggulan bankir ASIA

Pada 2019 sebagian besar alumni perbanas institute akan bekerja secara profesional dalam waktu 6 bulan setelah lulus

STIE PERBANAS adalah sebuah perguruan tinggi swasta yang berlokasi di Jakarta. Berawal dari pendirian Yayasan Pendidikkan Perbanas (YPP) pada tanggal 19 Februari 1969 yang menyelenggarakan akademi ilmu perbankan yang berkembang menjadi akademi akuntansi dan perbankan dan saat ini menjadi sekolah tinggi ilmuy ekonomi (STIE) Perbanas, Jakarta. Melalui surat keputusan DIKTI pada tanggal 24 Oktober 2007 disetujui penggabungan STIE Perbanas dan STMIK Perbanas menjadi satu perguruan tinggi bernama AFBI INSTITUTE PERBANAS (ASIAN BANKING FINANCE AND INFORMATICS INSTITUTE).

Perbanas Jakarta merancang dan mendisain kurikulum serta proses pembelajaran yang berorientasi pada penciptaan kompetensi serta kualitas lulusan yang tinggi pada masa depan. Didukung staff pengajar berkualitas tamatan dari berbagai perguruan tinggi terbaik dari dalam negeri dan luar negeri yang akan menjadi fasilitator bagi pengembangan modal intelektual sumber daya manusia melalui proses pembelajaran yang berkualitas berdasarkan nilai-nilai pengetahuan, kreatifaitas pembaelajaran sepanjang hidup (long life education) serta nialai-nilai kemanusiaan yang merupakan komitmen STIE Perbanas sepanjang masa.


Dalam mewujudkan visi Perbanas, maka para mahasiswa diharapkan unuk lebih aktif dalam pembelajaran. Tak lupa juga untuk dibekali soft skill dan hard skill yang bermutu. Mahasiswa juga diharapkan untuk belajar dengan sungguh-sungguh. Di belakang pembelajaran formal di kelas, mahasiswa juga di harapkan mengikuti kegiatan di luar seperti mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) agar bisa belajar berorganisasi dengan baik, karena dunia kerja dan dunia perkuliahan sangatlah berbeda. Dan itu juga agar mewujudkan lulusan Perbanas akan bekerja secara profesional dalam waktu 6 bulan setelah lulus. Itu semua merupakan cara agar tercapainya visi 2019 (V19).


My self n my little experience



data diri saya

img_20130808_094153.jpg
Sebelum saya share informasi informasi yang kurang lebih bermanfaat, sebaiknya saya cerita dikit lah tentang kehidupan saya disini biar lebih afdol. Perkenalkan nama saya siti hidayatul muallifah, biasa di panggil siti. Lahir di Jakarta, 11 januari 1997. Dulu pas lahir kecil banget, bayangin aja Cuma 2,8 kg. Alhamdulillah kalau sekarang itu berlebih sehat alias gendut. Tetapi itu semua tidak masalah buat saya. Yang  penting saya sehat. Saya aslinya keturunan jawa – medan, tapi tidak bisa berbahasa jawa atau medan. Bisa juga Cuma sedikit sedikit. Saya itu orangnya pemalu, pendiem, tp juga sabar, disiplin, pantang menyerah, pastinya penyanyang sama tidak tegaan orang nya.
Hidup juga butuh pendidikan, jadi disini saya akan cerita masa – masa sekolah. Waktu umur 4 ½ tahun saya sudah dimasukin ke Taman Kanak – kanak (TK). Masih kecil banget. Pasti masih susah diatur. Setelah TK saya melanjutkan ke sekolah dasar. Sebenarnya umur saya untuk masuk SD masih terlau muda, tetapi berhubung pas dites baca dan tulis saya bisa jadi saya diterima masuk ke Sekolah Dasar. Saya bersekolah di SD Negeri 01 pg, Kota bambu, Jatipulo, Palmerah, Jakarta Barat. Saya masuk di kelas B. Di kelas 1 sampai dengan kelas 3 saya masih masuk bergilir, seminggu pagi seminggu siang. Bergantian dengan kelas A. Nah baru pas di kelas 4 saya mulai masuk full dari pagi sampai siang. Di kelas 4 dan 5 banyak pelajaran pelajaran baru yang lebih susah. Nah di kelas 6 saya mulai merasakan dagdigdug diakhir kelas ada yang namanya Ujian Nasionall (UN). Soalnya pemerintah yang bikin untuk ankan – anak Sekolah Dasar se Indonesia. Alhamdulillah berkat kerja keras dan doa akhirnya saya lulus dari SD.
Setelah lulus SD saya melanjutkan ke jenjang selanjutnya yaitu Sekolah Menengah Pertama(SMP). Saya di terima di SMP Negeri 130 Jakarta. Pilihan itu banyak tetapi mengambil yang paling deket dari rumah saja. Namanya juga anak tunggal, hilang sedikit dicariin, maen jauh sedikit dilarang. Sudah nasibnya menjadi anak tunggal. Di SMP saya memilih ekstra kulikuler palang Merah Remaja (PMR). Di kelas yang baru dalam jenjang yang baru juga saya banyak mendapatkan teman baru dan pengalaman baru. Di kelas 1 saya mendapatkan peringkat 3. Alhamdulillah bisa masuk 5 besar. Lalu saya naik ke kelas 2. Ternyata di kelas 2 ini kelas nya diacak lagi, jadi dengan teman baru lagi. Katanya sih agar saling kenal dengan yang lainnya. Di kelas 2 saya mendapatkan peringkat 3 lagi. Lalu saya naik ke kelas 3. So pasti kelasnya di acak lagi. Disini saya pun merasakan dagdigdug kembali karena akan menghadapi Ujian Nasional lagi untuk lulus SMP. Saya belajar dengan sungguh sungguh agar bisa lulus. Akhirnya terbayar sudah kerja keras saya dengan lulus SMP.
Lalu setelah lulus SMP saya melanjutkan ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pasti pada bertanya kenapa ga milih SMA saja? Jawaban saya ya saya minatnya di SMK, karena lulus dari SMK saya ingin bekerja dan saya tidak mau merepotkan orang tua saya. Saya bersekolah di SMK Negeri 17 jakart adan memilih jurusan akuntansi. Di SMK ini saya memilih ekskul ROHIS. Soalnya pengen lebih tahu tentang agama. Di kelas 2 smk saya mulai praktek kerja industri (prakerin). Di sini saya di perkenalkan dengan dunia kerja. Selama prakerin  saya juga membuat laporan kegiatan saya selam prakerin. Selama prakerin saya mendapatkan pengalaman baru, walaupun biasanya anak prakerin itu hanya disuruh input data surat masuk, surat keluar, undangan rapat, rekap jurnal, ngefax surt, ataupun memfotocopy surat. Itu pun sudah menjadi ilmu baru dan pengalaman baru. Setidaknya saya bisa merasakan suasa kantor. Di SMK Ujian Nasional produktif nya tidak hanya teori tetapi ada Ujian Prakteknya juga. Berhubung saya memilih akuntansi, jadi Ujian Prakteknya ada dua, secara manual yaitu mengerjakan siklus akuntansi dari awal sampai penutup kurang lebih selam 4 jam dan secara komputerisasi selam 1 jam. Di sekolah kami aplikasi yang digunakan yakni aplikasi MYOB v18. Puyeng banget pokoknya. Alhamdulillah saya lulus. Oiya saya ini lulusan 2014. Setelah lulus lalu saya bekerja selama setahun
Pada tahun ini om saya menawarkan untuk kuliah di perbanas. Lalu saya mencari tahu tentang perbanas, dan akhirnya saya masuk ke perbanas institut dan mengambil prodi S1 Akuntansi. Semoga disi saya mendapat ilmu dan pengalaman yang sangat bermanfaat. Saya harap saya bisa lulus dengan ip yang memuaskan dan bisa menjadi orang sukses. Kalu sekarang jalani saja yang ada di depan mata dengan sungguh – sungguh. Di perbanas ini saya mengambil ukm koperasi mahasiswa (kopma), karena saya ingin berorganisasi sekaligus mengasah jiwa wirausahaan.
  trio.jpg    C360_2014-03-02-07-03-03-262.jpg   Foto-0087.jpg

Kesombongan Seorang Gadis



KESOMBONGAN SEORANG GADIS

Jam menunjukkan pukul 2.30 sore, di dalam kamar 3 sahabat, denny, chaca dan merly  tengah asyik berbincang-bicang tentang ulang tahun merlly yang ke-17.
“Mer, jangan suka memilih cowo seenaknya kamu dong. Mana ada cowo yang tajir, cakep, pinter dan baik sekaligus. Nggak ada orang yang sesempurna itu”. Dengan kesal chaca menasihati sahabatnya itu.
“Ya mesti ada dong. Aku kan cantik, kaya dan normal. Nggak salahkan aku mencari yang sepadan denganku?”  balas merrly dengan sombong
Deny hanya menelan ludah dan mengusap dada melihat kelakuan sahabatnya itu. “tapi jadinya sampe umur kamu yang ke-17, kamu belum punya pacar kan?” sahut deny
“Ya itu sih, aku belum nemu yang sesuai dengan kriteria yang diidamkan” balas merrly
Lalu merrly menepuk dahinya “oh iya aku sampai lupa menelepon kantor event organizer buat ngomongin tema pestaku. Bentar yah aku mau nelepon” merrly pun menelepon kantor event organizer.
“halo, selamat sore dengan hotline psikologi 24 jam. Ada yang bisa saya bantu?”  suara lelaki yang mengangkat telepon dari Marrly
“hah?” Merrly pun bingung
“kenapa mer?” Deny pun ikut bingung melihat raut wajah sahabatnya itu
“kayanya aku salah sambung deh” sahut Merrly
“tidak kok, kamu tidak salah sambung. Kamu ada dijalur yang benar, memang sih pada awalnya agak sulit menceritkan masalah kamu. Perkenalkan nama saya ega” sahut ramah dari suara ponsel merrly
“ehmm.. saya Merrly” jawab Merrly
“oke ada yang bisa saya bantu Mer?” tanya ega
“nggak, saya ....” teriak Merrly
“sepertinya kamu masih malu, coba rileks aja. Gimana kalau kita ngobrol-ngbrol biasa saja dulu” memotong omongan Merrly
“et dah, kok jadi ribet gini sih?” bisik merrly
“kenapa? Mungkin pada awalnya kita bisa...” ujar ega
Merrly pun kehilangan kesabarannya
“masalahnya ya mas, saya tadi mau menelepon ke kantor event organizer, tapi malah salah sambung ke nomor anda. Sebenarnya tadi saya mau bilang salah sambung. Dasar bego lu!” bentak Merrly, merrly pun mengakhiri teleponnya.
“dasar gila tuh cowo, bawel banget. Sampe aku nggak dikasih kesempatan ngomong” merrly memberi penjelasan kepada kedua sahabatnya
“tapi kayaknya kamu nggak usah ngeluari kata – kata kasar kaya tadi deh” protes chaca

xxxx
Setelah kedua sahabat merrly pulang kerumah mereka, kakak merrly pun mendatangi kamar merrly karena mendengar adiknya berbicara kasar
“sekarang kamu harus menelepon ke nomor tadi dan minta maaf sama cowo yang sudah kamu hina ditelepon tadi” perintah Fuji (kakak Merrly) dengan nada mengerikan
“iya kak, nanti bakal aku telepon tapi nggak sekarang, aku mau belajar kimia buat ulanganbesok” jelas Merrly dengan kesal

xxxx
“aduh sahabatku yang cantik ini kenaduh sahabatku yang cantik ini kenapa pagi – pagi  kok sudah manyun aja” ledek Chaca
“eh cha, ini semua gara – gara si Ega” keluh Merrly
“hah? Ega si pekerja hotline psikologi itu? Emang kenapa sih sama si Ega?” sambung Deny, mendengar pembicaraan kedua sahabatnya
“enggak ada apa-apa sih, Cuma kemarin sore itu aku dimarahi abis-abisan sama kak Fuji” jawab Merrly
“kok kakak kamu bisa tahu? Kamu cerita sama dia?” tanya Chaca dan Deny
Merrly mengendus “jadi pas kemarin kita menelepon, kak Fuji mendengar pembicaraan aku sama Ega, ehpas kalian pulang aku di marahi abis-abisan”
“kenapa kakak kamu jadi marah-marah?” sahut Deny
“kamu tahu kan kalau kak Fuji itu orangnya perfeksionis abis dan dia enggak suka kalau ada orang yang kasar dan enggak menghargai orang tau” jawab Merrly
“tapi aku rasa sikap kakakmu benar juga kok, dia cuma nggak ingin kamu jadi orang yang tidak tahu sopan santun” ujar Chaca disambut anggukan Deny

xxxx
Merrly kembali menghubugi Ega dan ega pun mengangkat telepon tersebut
“Ega ya?, ini aku Merrly yang kemarin salah sambung ke nomor ini. Masih inget nggak?” tanya Merrly lemas
“emm Merrly, ada apa lagi?” tanya Ega penuh semangat
“aku minta maaf atas kata-kataku kemarin” sahut merrly
“oh, nggak apa-apa kok” suara Ega makin ramah
“benar? Kamu nggak marah sama aku?” tanya Merrly
“mungkin kemarin iya, tapi sekarang udah nggak kok. Aku bukan orang yang pendendam” jawab Ega
“syukurlah” Merrly merasa lega
“oh iya kemarin jadi nelepon ke event organizer? Nggak salah sambung lagi kan?” ejek Ega sambil tertawa
“nggak salah sambung lagi kok” Merrly sedikit malu
“jadi kamu mau buat pesta ya?” tanya Ega
“iya. Pesta ulang tahunku yang ke-17” cerita Merrly tanpa sadar merrly mulai nyaman
“ega sampai sini dulu ya, aku mau ngerjain tugas” lanjut Marrly
“oke, semangat ya ngerjain tugasnya dan sukses buat ulang tahunnya” jawab Ega
Makasih, oiya lain kali aku boleh nggak nelepon kamu lagi ga?” tanya Marrly
“boleh kok, asal nggak marah-marah lagi” balas Ega
Merrly pun menutup teleponnya dengan senyuman “kayaknya tuh cowo bisa dijadiin gebetan nih” pikir nakal Merrly

xxxx
Tiga minggu berlalu sejak perkenalan Ega dengan Merrly,dan Ega memang patner curhat yangsempurna. Merrly pun berkhayal tentang seorang pangeran misterius yang mrnghantuinya. Ega kah pangeran yang sempurna seperti yang diharapkan?. Dan suatu hari akhirnya keinginan Merrly bertemu dengan ega terwujud. Ega adalah seorang pianis terkenal. Ia mengundang Merlly, Chaca, Deny untuk menyaksikanm konser tunggalnya di gedung kesenian jakarta
Acara konser pun dimulai, Merrly, Chaca, dan Deny pun berbincang-bincang tapi sepertinya Marrly sedang fokus melihat penampilan Ega di atas panggung.
“wah Ega emang bisa dijadiin gebetan nih. Udah cakep, tajir, keren lagi” pikir Merrly
Setelah konser usai, penonton pun memberikan aplause kepada sang pianis dan akhirnya pembawa acara pun berkata ” berikanlah sambutan kepada sang pianis berbakat Ega Arbiantara yang dengan segala kekurangannya sebagai penderita tuna netra, ia mampu berkarya”
Merrly dan kedua sahabatnya pun terkejut mendengarnya. Tanpa basa-basi Merrly meninggalkan kursinya.

xxxx
Di tempat parkiran Chaca dan Deny menghampiri Marrly yang sedang menangis. “Ega emang punya segalanya, ia tampan, tajir, pianis pula, tapi dia BUTA..”Merrly semakin kejer dan terseguk-seguk
“prak” tiba – tiba Chaca menampar Merrly. “denger ya Me, mungkin kamu merasa cantik, kaya, dan pintar. Tapi ingat manusia nggak ada yang sempurna, manusia hidup bukan cuma dari daging sama tulang, tapi juga jiwa, perasaan dan hati!” bentak Chaca
“terserah kalian mau bilang apa, terserah!” ceplos Marrly
Lalu Merrly pun pergi meninggalkan kedua sahabatnya

xxxx
sesampai di rumah Merrly pun langsung bergegas tidur dan ia bermimpi. Datanglah seorang perempuan, perempuan itu lalu berkata “bagaimana duniamu sayang,yang kamu punya segalanya berakhir tak ada gunanya lagi? Bagaimana jika setiap orang satu persatu meninggalkanmu? Apakah kamu akan membayar mereka dengan hartamu untuk menghargaimu?”
Setelah mimpi itu terjadi, beberapa bulan pun berlalu. Marrly masih tak kunjung bangun dari tempat tidurnya. Matanya yang membengkak mengingat kejadian yang di konser waktu itu.
Hujanpun terhenti dan muncullah pelangi yang sangat indah...
“Ega” panggil Marrly dari pintu tempat Ega latihan
“hmm marrly yah?” Ega pun menghampiri Marrly dengan tongkatnya
“iya ga, ini aku Marly. Maaf ya ga atas kejadian yang di konser waktuitu” sahut Marrly sambil memegang tangan Ega
“iya nggak apa-apa kok Mar, aku udah maafin kamu sebelum kamuminta maaf” ega pun membalas pegangan tangan Marrly dengan lembut
“hmm.. makasih ya ga. Kita masih bisa jadi teman kan?” tanya Marrly
“tapi aku buta Mar, aku nggak sempurna” balas Ega dengan lemas
“nggak apa-apa kok ega. Aku tahu manusia itu nggak ada yang sempurna di dunia ini, kita semua mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing” jelas Marrly
Ega pun membalas dengan senyumannya yang manis itu.
“makasih ya Ega, kamu telah mengajariku  tentang kehidupan ini, oiya minggu depan datang ya ke pesta ulangtahunku” ajak Marrly
“iya Marrly, pasti kok” jawab Ega dengan penuh keceriaan
Akhirnya mereka berdua menjadi sahabat yang akrab dan mereka pun menjadi bersikap dewasa.